Aku tertampar.
Aku terbangun dari segala angan-angan yang selama ini tercetak jelas dalam pikirku.
Kamu tak seperti dulu.
Kamu berubah. Ya, kamu berubah.
Dulu, senyummu tulus.
Dulu, tawamu selalu terbayang-bayang hingga merasuk dalam jiwaku.
Dulu, pesan singkatmu seolah aku sedang berbicara langsung, bertatap muka denganmu.
Juga dulu, aku merasakan ada rasa yang aneh yang baru aku rasakan untuk kali pertama. Sekarang, kemana pergi nya semua rasa itu?
Semua hilang.
Hilang entah terbawa angin muson timur, atau terbawa ombak dan tenggelam di dasar samudera.
Kamu yang selalu bisa membuatku termabuk kepayang sekarang hanya bisa membuatku merasakan sakit yang teramat dalam.
Perih, pasti.
Kecewa, sangat.
Jelas memang, aku bukan siapa-siapa bagimu.
Aku terbangun dari segala angan-angan yang selama ini tercetak jelas dalam pikirku.
Kamu tak seperti dulu.
Kamu berubah. Ya, kamu berubah.
Dulu, senyummu tulus.
Dulu, tawamu selalu terbayang-bayang hingga merasuk dalam jiwaku.
Dulu, pesan singkatmu seolah aku sedang berbicara langsung, bertatap muka denganmu.
Juga dulu, aku merasakan ada rasa yang aneh yang baru aku rasakan untuk kali pertama. Sekarang, kemana pergi nya semua rasa itu?
Semua hilang.
Hilang entah terbawa angin muson timur, atau terbawa ombak dan tenggelam di dasar samudera.
Kamu yang selalu bisa membuatku termabuk kepayang sekarang hanya bisa membuatku merasakan sakit yang teramat dalam.
Perih, pasti.
Kecewa, sangat.
Jelas memang, aku bukan siapa-siapa bagimu.

0 comments:
Post a Comment